Gawat Geng Wanita Pemerkosa Banyak Pria

Jumat, 02 Desember 2011

Sekomplotan wanita di kota Harare, Zimbabwe, diyakini merupakan pelaku pemerkosaan terhadap beberapa pria dalam beberapa tahun belakangan. Aksi mereka ini diyakini adalah sebuah ritual demi mendapatkan sperma korban.



Dilansir dari laman BBC, Senin 28 November 2011, kepolisian Harare telah menangkap tiga tersangka dan saat ini sedang dalam proses pengadilan. Tidak ada pasal dalam hukum Zimbabwe soal pemerkosaan pria oleh wanita, jadi mereka didakwa atas penyerangan dan perbuatan tidak senonoh.

Ketiga wanita ini ditahan awal bulan ini di kota Gweru, sekitar 275km sebelah baratlaut Harare. Dalam mobil van para tersangka, ditemukan 31 kondom bekas. Ketiga wanita ini menyangkal tuduhan tersebut. Mereka mengaku bekerja sebagai PSK dan kondom-kondom itu, ujar mereka, lupa dibuang.

Telah lebih dari setahun polisi memburu kawanan pemerkosa ini. Seorang korban yang tidak ingin disebutkan namanya mengaku diperkosa secara bergantian ketika menumpang mobil tersangka Juli lalu. "Salah satu wanita menyiramkan air ke wajah saya dan menyuntikkan sesuatu yang membangkitkan gairah seksual yang luar biasa. Mereka menghentikan mobil dan memaksa saya berhubungan dengan mereka satu-persatu menggunakan kondom," kata pria malang tersebut.

Setelah tuntas, korban ditinggalkan begitu saja di semak-semak dalam keadaan telanjang bulat. Oleh warga, dia lalu dilarikan ke rumah sakit untuk menghilangkan reaksi obat perangsang yang belum juga luntur.

Juru bicara kepolisian, Andrew Phiri, meyakini tiga wanita ini adalah anggota sindikat pemerkosa yang tersebar di Zimbabwe. Phiri mengatakan, banyak laporan pemerkosaan pria di negara tersebut. "Kami belum menemukan alasan pasti dari tindakan ini. Ada spekulasi aksi ini terkait dengan sebuah ritual," kata phiri.

Phiri menjelaskan bahwa kemungkinan sperma korban digunakan untuk semacam jimat untuk kesuksesan bisnis. Spekulasi lainnya mengatakan, sperma korban dikirim ke luar negeri untuk dijual. Ahli budaya dan sosiologi, Claude Mararikei, mengatakan ini berhubungan dengan sihir dari sekte rahasia.

"Bahkan peneliti tidak ingin bermain di ranah itu. Karena kau tidak akan kembali dengan selamat jika menerbitkan penemuanmu," ujar Mararikei.

Pemakai iPhone, BlackBerry & Gmail Terancam




VIVAnews - Dikenal aktif memungut dan membocorkan kawat diplomatik, WikiLeaks tak terlihat akan stop beroperasi. Meski sang pentolan, Julian Assange, pernah dicokok di Inggris oleh pihak berwajib, khalayak luas agaknya masih akan terus dipasok data-data rahasia. 
Baru-baru ini, WikiLeaks meluncurkan proyek baru yang mengungkap tabir keburukan banyak perusahaan keamanan. Dalam laporannya, situs 'infak' data rahasia itu menyatakan bahwa perusahaan-perusahaan keamanan aktif memperdagangkan informasi yang mereka dapatkan dengan cara mengawasi aktivitas pengguna telepon seluler (ponsel) dan komputer.
Seturut dengan dirilisnya "Spy Files", Assange menegaskan, "Faktanya, kontraktor intelijen menjual secara massal sistem pengawasan itu ke banyak negara di dunia."
Si pendiri WikiLeaks itu mengingatkan masyarakat internasional bahwa lebih dari 150 organisasi di antero bumi mampu menggunakan ponsel sebagai alat pelacak sekaligus peretas layanan SMS. Tak hanya itu, mereka juga tak sungkan menyadap panggilan telepon.
Pada tahap selanjutnya, ratusan organisasi itu menjual gelondongan data dari seluruh pengguna ponsel.
Proyek "SpyFiles" merupakan kerja sama antara syfiles.org, Privacy International, dan organisasi media dari enam negara, termasuk The Bureau of Investigative Journalism, Inggris. 287 dokumen telah siap dirilis.
Industri rahasia yang mengungkap data-data personal itu, menurut WikiLeaks, berharga miliaran dollar. Kemunculannya mulai ramai sejak tragedi 11 September 2001, ketika menara kembar World Trade Center (WTC) luluh lantak diserang teroris. 
Assange mendengus, "Siapa yang pakai iPhone? Siapa punya BlackBerry? Siapa yang buka email lewat Gmail? Saudara-saudara, Anda mati kutu." 
Ia beralasan bahwa detil informasi pribadi para pengguna gadget dan layanan surat elektronik (surel) yang ia sebutkan sedang diperjualbelikan oleh kontraktor intelijen. 
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...